Teknologi Informasi dan Cyber Crime

Perkembangan teknologi Internet memunculkan kejahatan yang disebut dengan cyber crime atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus cyber crime di Indonesia, merupakan fenomena, seperti pencurian kartu kredit, hacking terhadap berbagai situs, penyadapan transmisi data orang lain, (misalnya email), dan manipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programer komputer. Berbagai tindakan di atas dapat dikenakan tindak pidana, baik delik formil maupun materiil. Delik formil karena menyangkut perbuatan seseorang mengakses data komputer orang lain tanpa izin, sedangkan delik materil adalah perbuatan itu telah menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain.

Cybercrime kerap disamakan dengan computer crime. menurut The U.S. Department of Justice adalah sebagai “…any illegal act requiring knowledge of computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution”. Hal senada disampaikan oleh Organization of European Community Development, yang mendefinisikan computer crime sebagai: “Any illegal, unehtical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”. Sementara menurut Andi Hamzah kejahatan komputer mempunyai pengertian sebagai berikut: ”Kejahatan di bidang komputer [yang] secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara illegal”.

Kejahatan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan kejahatan kerah biru maupun kejahatan kerah putih. Kejahatan kerah biru (blue collar crime) merupakan jenis kejahatan atau tindak kriminal yang dilakukan secara konvensional seperti misalnya perampokan, pencurian, pembunuhan dan lain-lain. Lawannya adalah kejahatan kerah putih (white collar crime). Kejahatan jenis ini terbagi dalam empat kelompok kejahatan, yakni kejahatan korporasi, kejahatan birokrat, malpraktek, dan kejahatan individu. Cybercrime sendiri sebagai kejahatan yang muncul sebagai akibat adanya komunitas dunia maya di internet, memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan kedua model di atas.

Jenis cybercrime, berdasarkan jenis aktivitas yang dilakukannya, dapat digolongkan dalam beberapa macam seperti pada uraian di bawah ini:

  1. Unauthorized access yakni; kejahatan yang terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, misalnya: probing dan port.
  2. Illegal contents; yakni memasukkan data atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu ketertiban umum, seperti penyebaran pornografi.
  3. Penyebaran virus secara sengaja; pada umumnya dilakukan dengan menggunakan email.
  4. Data forgery; ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database.
  5. Cyber espionage, sabotage, and extortion; cyber espionage adalah kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak sasaran. Sabotage and extortionmerupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet.
  6. Cyber stalking; ini untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya menggunakan e-mail dan dilakukan berulang-ulang. Kejahatan tersebut menyerupai teror yang ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet. Hal itu bisa terjadi karena kemudahan dalam membuat email dengan alamat tertentu tanpa harus menyertakan identitas diri yang sebenarnya.
  7. Carding; Ini merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.
  8. Hacking dan crackerhacker adalah seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Sedangkan yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet disebut cracker. Aktivitas cracking di internet mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran. Tindakan yang terakhir disebut sebagai DoS (Denial Of Service). Dos attackmerupakan serangan yang bertujuan melumpuhkan target (hang, crash) sehingga tidak dapat memberikan layanan.
  9. Cybersquatting and typosquatting; cybersquatting merupakan kejahatan yang dilakukan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Adapun typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain plesetan yaitu domain yang mirip dengan nama domain orang lain. Nama tersebut merupakan nama domain saingan perusahaan.
  10. Hijacking; adalah kejahatan melakukan pembajakan hasil karya orang lain seperti pada software piracy (pembajakan perangkat lunak).
  11. Cyber terorism; Suatu tindakan yang mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer seperti kasus Ramzi Yousef yang dianggap sebagai dalang penyerangan ke gedung WTC, ternyata diketahui menyimpan detail serangan dalam file yang dienkripsi di laptopnya, atau Osama Bin Laden yang menggunakan steganography untuk komunikasi jaringannya. Kasus lainnya misalnya Doktor Nuker yang telah kurang lebih lima tahun melakukan defacing atau mengubah isi halaman web yang berisi propaganda anti-Amerika, anti-Israel, dan pro-Bin Laden.

Etika Bisnis

Etika Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu:

  • Utilitarian Approach: setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  • Individual Rights Approach: setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  • Justice Approach: para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Organisasi dan Kerjasama Tim

Dalam suatu organisasi atau perusahaan, untuk mencapai tujuan bersama diperlukan suatu kerjasama dari anggota-anggota yang ada di dalamnya. Pentingnya menjalin kerjasama dalam organisasi akan berdampak positif terhadap kinerja yang efektif. Salah satu hal yang mengawali lahirnya kerjasama adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan. Jika anggota dalam perusahaan tersebut menjalin komunikasi dengan baik maka perusahaan tersebut mempunyai peluang besar untuk meraih keberhasilan. Terbentuknya komunikasi yang mengawali kerjasama tim dalam perusahaan, tidak semudah dilaksanakan.

Kesuksesan perusahaan yang didasari kemampuan para anggota untuk bekerja sama ditentukan oleh komunikasi yang baik. Oleh karena itu, setiap perusahaan mempunyai kewajiban untuk mengembangkan komunikasi dari berbagai pihak, baik  itu antara pemimpin, anggota, dan masyarakat di sekitar lingkungan kerja agar dapat membantu mewujudkan kerjasama timyang baik.

  • Dari pemimpin ke anggota

Pemimpin tentunya mempunyai tanggung jawab penting dalam membangun komunikasiantar anggotanya. Komunikasi pemimpin akan menentukan terjalinnya suasana interaksi antara para anggota tim. Komunikasi yang baik tidak berlangsung dalam satu arah saja, namun perlu adanya timbal-balik dari bawah ke atas, seperti pemimpin mau mendengarkan, menerima saran, dan mengajak anggota-anggotanya terlibat dalam kegiatan perusahaan diluar dari tugas pokok. Keberhasilansuatu perusahaan tercermin dari suksesnya pemimpin dalam membangun kerjasama antara anggota-anggotanya.

  • Dari anggota ke pemimpin

Sikap seorang pemimpin yang baik adalah yang mau menerima masukan dari anggotanya. Oleh karena itu anggota dalam menjalin komunikasi terhadap atasannya hendaknya bersifat jujur dan langsung, tidak hanya selalu setuju terhadap keputusan pemimpin. Untuk menjadi pemimpin bukanlah pekerjaan yang mudah, dibutuhkan kerja keras, pengorbanan, tanggung jawab dan sikap mengambil keputusan yang tepat saat terjadi masalah. Oleh karena itu anggota dalam menyampaikan gagasan mereka memberikan sikap hormat sebagai bentuk kesetiaan terhadap pemimpin dan perusahaan.

Manajemen Risiko

Manajemen Risiko merupakan suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiki, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain (transfer risk), menghindari risiko (avoid risk), mengurangi efek negatif risiko (mitigate risk), dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu (accept risk). Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Mempromosikan Produk

Produk

Walaupun sudah memiliki produk ada baiknya kita analisa kembali produk tersebut. Keripik jamur yang kita jual merupakan keripik dengan harga terjangkau. Kita perlu memastikan bahwa produk tersebut enak. Caranya adalah dengan memberi sample ke keluarga dan teman dan menanyakan pendapat mereka. Setelah mendapatkan produk yang baik maka selanjutnya adalah memikirkan nama atau mereknya. Merek ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan dimasa depan agar orang dengan mudah mengingat produk kita. Selanjutnya adalah membuat kemasan yang menarik dan menonjol dibandingkan keripik-keripik lainnya.

Harga

Lakukan analisa terhadap produk-produk kompetitor yang ada, tidak hanya keripik jamur namun keripik-keripik lainnya. Jika produk kita lebih baik dan memiliki kemasan yang lebih baik, kita dapat memberi harga sedikit yang lebih baik dibandingkan produk-produk lainnya. Diskon seperti beli satu gratis satu juga dapat dilakukan untuk menarik orang untuk membeli walaupun kita tidak mendapatkan untung. Anggap saja itu merupakan biaya promosi.

Mengelola Sumber Daya Manusia

TIPS MENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA YANG EFEKTIF

Dengan adanya berbagai tipe SDM tersebut, seorang atasan tentu membutuhkan strategi dalam mengelola SDM agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efektif. Berikut ini beberapa tips yang dapat dipergunakan oleh seorang atasan dalam mengelola SDM.

1. Tipe Konstruktif

Tipe orang ini memiliki ciri-ciri, antara lain :

  1. Berani mengemban tanggung jawab
  2. Dapat dipercaya
  3. Mampu memahami dan menginprestasikan keinginan atasan
  4. Tidak sekedar meniru atasan, tetapi memilik pemikiran yang kreatif
  5. Berpenpandangan luas ke depan, meilik ambisi serta tanggap terhadap berbagai situasi

Tips mengelolanya :

  1. SDM tipe konstruktif ini sangat potensial untuk dikembangkan
  2. Berikan sasaran yang ingin dicapai, kemudian menyerahkan teknis pelaksanaan tugas kepada bawahan tersenbut.

2. Tipe Rutin

  1. Tingkat kemampuan intelektual dan daya imajinasinya masih dibawah tipe konstruktif
  2. Kurang memiliki inisiatif
  3. Cenderung gamang jika tanpa diberi petunjuk dan arahan yang jelas dari atasan
  4. Namun jika diarahkan dengan benar oleh atasan, ia dapat bekerja dengan loyal dan sepenuh hati

     Tips mengelolanya :

  1. SDM tipe rutin dapat bekerja efektif jika diberi arahan yang jelas
  2. Berikan saran yang hendak dicapai, kemudian berikan arahan dan prosedur yang jelas. Jika perlu diberi target waktu.

3. Tipe Impulsif

  1. SDM tipe ini sangat tidak imajinatif
  2. Melakukan tugas atas dasar suka atau tidak suka pada atasan
  3. Cenderung mudah berubah mengikuti lingkungan (seperti bunglon)

Tips mengelolanya :

  1. Utamakan melakukan pendekatan personal serta berikan arahan dan petunjuk yang lengkap beserta target
  2. Agar SDM dapat bekerja dengan baik atasan harus berikan perhatian dan teladan.

4. Tipe Subversif

  1. SDM tipe ini sulit dikontrol
  2. Tidak memiliki prinsip yang kuat
  3. Cenderung memikirkan keuntungan pribadi
  4. Dapat menghalalkan berbagai cara untuk mencapai keinginannya (provokasi)

Tips mengelolanya :

  1. SDM tipe ini harus diberikan tugas dengan penekanan pada sasaran yang hendak dicapai
  2. Jika memungkinkan janjikan imbalan atau hukuman yang sesuai (reward and punishment).

Memimpin dan Memotivasi Karyawan

1. Landasan hubungan interaksi antara karyawan dan majikan yang baik

2. angkatan kerja yang puas dan termotivasi.

3. Kepuasan dan motivasi bergantung pada kontrak psikologis antara organisasi dan karyawan

4. kontrak psikologis sejumlah harapan yang dipegang oleh karyawan menyangkut kontribusi yang akan mereka berikan danyang akan diberikan organisasi sebagai imbalannya

[REVIEW] Website Perwalian Unikom

Situs Perwalian UNIKOM https://perwalian.unikom.ac.id/

Situs ini dapat digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan perwalian secara online. Dengan situs ini mahasiswa dapat melakukan perwalian walaupun tidak bertemu langsung dengan dosen walinya. Hal ini dapat membantu mahasiswa yang tidak bisa melakukan perwalian secara langsung dikarenakan sedang ada halangan (sakit, berada di luar kota atau halangan lainnya). Dengan adanya situs ini, diharapkan tidak ada lagi mahasiswa yang terlambat dalam melakukan perwalian.

Fitur-fitur yang tersedia di situs perwalian versi mahasiswa ini adalah :

  • Melakukan pemilihan matakuliah yang akan diambil pada semester yang akan dijalani
  • Melakukan pemilihan kelas yang akan diikuti (bagi mahasiswa yang mengulang atau mengambil ke semester atas)
  • Melihat nilai yang telah didapat

Mengelola Keuangan Usaha

Strategi dalam mengatur keuangan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam upaya menjaga kestabilan dan mengembangkan usaha kecil ke arah yang lebih baik.

bagi Anda yang baru terjun dalam usaha kecil, mulailah dengan perencanaan general untuk usaha. Apa saja program dan rencana usaha dalam satu periode panjang, kemudian bagilah perencanaan tersebut dalam beberapa periode pendek seperti triwulan, bulanan, atau bahkan mingguan. Lakukanlah perhitungan secara detail mengenai kebutuhan dana untuk menjalankan program tersebut. Tentukan pula kapan program tersebut dijalankan.

Buat Perencanaan Pendapatan

Cara kedua yang perlu Anda lakukan adalah membuat rencana pendapatan. Perkiraan pendapatan ini harus mampu memenuhi kebutuhan modal yang sudah direncanakan di awal tadi. Mulailah dengan bagaimana rencana usaha Anda dapat mendatangkan pendapatan. Mulai dari beberapa produk yang akan dijual, berapa target penjualan, strategi apa yang digunakan untuk mencapai target penjualan, hingga memastikan setiap penjualan yang dihasilkan menghasilkan keuntungan.

Buat Budget Secara Rutin

Hal ini merupakan bagian terpenting dari cara mengatur keuangan usaha, yaitu dengan membuat budgeting. Budgeting akan bekerja sebagai batasan untuk menilai kinerja dan efisiensi usaha. Dengan menyusun budgeting, Anda akan membuat pembatas untuk membantu membatasi pengeluaaran sesuai koridor yang sudah ditentukan dan estimasi sebelumnya. Setelah Anda menyusun anggaran untuk periode ini, lakukan budgeting secara berkesinambungan. Sesuaikan setiap budget dengan kondisi dari periode bersangkutan. Gunakan pula review dari budgeting untuk usaha kecil dari periode sebelumnya agar Anda memiliki gambaran yang lebih baik dari sebelumnya.

Awasi Arus Kas Keuangan

Saat menjalankan sebuah usaha, Anda perlu untuk mengawasi arus kas keuangan secara berkala. Terkadang, arus kas keuangan menjadi hal yang paling sulit dilakukan oleh para pelaku usaha karena perlunya tingkat ketelitian yang cukup tinggi. Jika Anda kesulitan dalam mengawasi arus kas keuangan, Anda dapat menggunakan jasa administrator untuk mengontrol arus kas dan menetapkan prosedur keuangan yang baik. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan software akuntansi. Jurnal adalah software akuntansi online yang dapat Anda gunakan untuk mengontrol aliran kas hingga membuat laporan arus kas dengan mudah, cepat, dan menyajikan data secara realtime.

Gunakan Laba untuk Kembangkan Usaha

Pada dasarnya yang membedakan pengusaha sukses dan pengusaha yang kurang sukses terletak pada kemampuan mereka dalam menikmati hasil jerih payahnya. Memang Anda sangat berhak sekali untuk menikmati hasil dari kerja keras, namun ada baiknya jika Anda tidak menghabiskannya begitu saja. Langkah baik dalam hal ini ialah dengan cara menggunakan uang dari keuntungan untuk dikembangkan agar menjadi usaha yang lebih besar dan mengarahkan investasi ke bidang-bidang yang menguntungkan seperti menambah armada dagang atau penambahan barang-barang dagangan untuk dijual kembali. Jika Anda melakukan hal ini maka besar kemungkinan untuk cepat menjadi pengusaha yang sukses.